our vehicle of love live and label

our vehicle of love live and label, sebuah cerita panjang lebar tentang memiliki sebuah mobil tua yang semuanya sebenarnya hanyalah omong kosong, semua hanyalah berawal dari khayalan penuh bualan tanpa wujud nyata, sepenuhnya omong kosong yang disusun dari khayalan semata. kalau ada kesamaan nama, tokoh, kesamaan kejadian dan peristiwa, semua hanyalah kebetulan yang disengaja belaka. selamat membaca!

Awalnya aku hanya berpikiran ingin memiliki sebuah mobil untuk dipakai bepergian bersama anak-anakku setelah menikah nanti. Meskipun aku sangat senang bepergian naik sepeda motor, aku inginnya tidak naik sepeda motor jika bepergian bersama anak-anakku, apalagi jika ditambah dengan membawa barang yang lumayan banyak. Menurutku tidak aman dan tidak nyaman jika bepergian naik sepeda motor bersama anak-anakku, lebih aman dan nyaman jika bepergian naik mobil bersama anak-anakku. Insya Allah, tidak sedikit orang yang setuju denganku. #dukungAKUyaaa!!!

Aku memutuskan untuk membeli sebuah mobil yang layak untuk aku pakai bepergian bersama anak-anakku. Tidak perlu mobil baru apalagi mobil mewah, mobil bekas yang keluaran lama juga tidak apa-apa, mobil yang agak tua umurnya, yang penting bisa memberikan keamanan dan kenyamanan selama aku bepergian bersama anak-anakku. Sangat bersyukur kalau mobilnya bisa dimanfaatkan untuk usaha yang menghasilkan dan bisa sangat produktif. #membawaBERKAH dan #membawaREJEKI.

Sebelum menikah, aku ingin mulai mempersiapkannya karena pasti ada upaya yang diperlukan dan kesan tersendiri yang ditimbulkan untuk memiliki sebuah mobil yang agak tua umurnya. Pertama menentukan mobil apa dan keluaran tahun berapa. Lalu mulai mencari dan membeli mobilnya yang masih dalam kondisi bahan setengah jadi, yang tidak diperlukan restorasi total untuk membangunnya. Syukur-syukur kalau mobilnya sudah dalam kondisi jadi tapi masih terjangkau oleh uang di kantong kami. #BUDGETpas2anMINTAyangLEBIH maksudnya!!!

Kemudian menentukan dan melakukan perbaikan-perbaikan apa saja yang diperlukan, tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhanku dan seleraku karena nantinya ini akan menjadi sebuah kendaraan bagi keluarga kecilku untuk bepergian sehingga layak aku sebut sebagai “Vehicle of Love, Live and Label”. Dan yang terakhir adalah mengenai perawatan mobilnya, suku cadangnya banyak tersedia di pasaran dan tidak memerlukan bengkel-bengkel khusus untuk mengerjakan perawatan mobilnya sehingga mobilnya ini selalu menyenangkan untuk dipakai bepergian kapan pun dan kemana pun.

Setelah mengumpulkan banyak informasi dan memikirkannya baik-baik, aku memilih sebuah mobil Chevrolet LUV Pick Up Long atau biasa disebut Chevy LUV PickUp Long keluaran antara tahun 1975 – 1981 dengan mesin Diesel. Menurutku mobil ini merupakan mobil terbaik yang bisa memenuhi semua kriteriaku. Selain tidak terlalu tua umurnya, menurutku design mobil ini benar-benar menunjukkan karakternya, sangat sesuai dengan kebutuhan dan seleraku. Karakter pertama yang nampak dari design mobil ini adalah bentuknya yang lumayan gagah perkasa. Lalu bentuk mobil ini juga masih memiliki kesan yang ramah, baik hati dan tidak sombong. Merupakan bentuk mobil yang harmonis, sangat cocok untuk dijadikan mobil keluarga kecilku nantinya. Insya Allah setelah menikah, aku bisa menjadi kerluarga yang harmonis, yaitu keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Warahmah, #keluargaWASAMA.

Jika dibandingkan dengan bentuk Chevy LUV Pick Up keluaran tahun 1981 ke atas, aku lebih suka dengan bentuk yang keluaran tahun 1975 – 1981. Chevy LUV Pick Up keluaran tahun 1975 – 1981 memiliki bentuk yang masih sedikit klasik, terutama pada bagian depan mobilnya, yaitu bentuk moncongnya dan bentuk lampu depannya. Sedangkan Chevy LUV Pick Up yang keluaran tahun 1981 ke atas pada bagian depan mobilnya memiliki bentuk yang sudah kotak.

Mobil Chevy LUV Pick Up Long ini memiliki ukuran bak yang panjang atau long. Sebenarnya ada dua macam ukuran bak untuk mobil tipe ini, yaitu ukuran panjang (long) dan pendek (short). Aku memilih yang ukuran panjang (long) karena pasti bisa aku pakai untuk membawa barang banyak. Mesin yang digunakan untuk mobil tipe ini adalah mesin Isuzu yang sebenarnya juga ada dua macam, yaitu mesin Bensin dan mesin Diesel. Aku memilih yang mesin Diesel, selain kuat tenaganya dan hemat biaya bahan bakarnya, suara khas yang ditimbulkan oleh mesin Diesel-nya membuat mobil ini semakin tambah garang dan cadas.

Dari informasi yang aku dapat, banyak pemilik mobil Chevy LUV Pick Up dengan mesin Diesel memberikan testimoni bahwa mobil ini merupakan tipe mobil yang aman karena sangat kuat untuk dipakai membawa beban banyak dan berat. Banyak juga pemilik mobil Chevy LUV Pick Up dengan mesin Diesel memberikan testimoni bahwa mobil ini jika dibandingkan dengan mobil Pick Up lainnya, memang sangat nyaman dipakai meskipun sedang membawa barang banyak. Tidak diragukan lagi, aman dan nyaman, kuat tapi hemat merupakan karakter mobil Chevy LUV Pick Up Long dengan mesin Diesel pilihanku. Insya Allah mobil ini bisa banyak membantu usaha dagangku, #jualSKATEBOARD dan #jasaIMPORT.

Memasuki tahun 2015 aku sudah mulai mencari mobil Chevy LUV Pick Up Long dengan mesin diesel keluaran antara tahun 1975 – 1981. Mencari mobil bekas yang agak tua umurnya merupakan pencarian yang susah-susah gampang menurutku. Apalagi jika pencarian itu harus memenuhi kriteria-kriteria yang sudah aku tentukan. Oleh sebab itu aku mencari mobil ini dengan santai tapi serius dan penuh dengan niat. Aku memulai pencarian di iklan-iklan jual beli  mobil yang ada di Internet. Aku menemukan cukup banyak iklan di Internet yang dipasang oleh penjual mobil Chevy LUV Pick Up Long dengan mesin Diesel. Iklan-iklan tersebut aku seleksi satu per satu. Pertama, aku menghubungi penjual langsung melalui kontak telepon yang dicantumkan. Kedua, aku selalu minta kepada penjual untuk mendiskripsikan kondisi mobil yang diiklankan. Ketiga, aku juga selalu minta kepada penjual untuk mengirimkan foto kepadaku sesuai dengan apa yang didiskripsikan. Keempat, jika diskripsi dan foto mobilnya memenuhi kriteria mobil yang aku cari, aku membuat janji dengan penjual untuk melihat mobilnya secara langsung, tujuannya untuk memastikan mobilnya benar-benar memenuhi kriteria mobil yang aku cari. Kelima, ketika aku melihat langsung mobilnya, aku periksa semua kondisi mobil, mulai dari mesinnya, sasis atau rangkanya, body mobilnya, interiornya hingga surat-suratnya.

Lebih detilnya aku pastikan kondisi mesin mobil dalam kondisi kering tidak ada bekas (rembesan) oli mesin ketika engine on maupun engine off. Menurutku kalau kondisi mesin kering dan ketika engine on suaranya wajar berarti mesin mobil tersebut selalu dirawat dengan baik. Sasis atau rangkanya aku pastikan benar-benar masih bagus kondisinya. Rangkanya tidak keropos atau bengkok (tidak wajar bentuknya). Aku khawatir kalau bengkok, bisa jadi mobilnya pernah menabrak dulunya. Kemudian aku pastikan bodynya masih bagus. Ini soal kulit, jadi biar tidak memalukan, body mobil harus pasti bagus, kudu mesti apik, apik iku lek gawe awak dewe gak mulus gak opo-opo, sing penting gak tebel akeh dempulan’e, lek akeh dempulan’e isok-isok wes akeh sing rusak utowo keropos, eheheheh!!! Aku tidak terlalu persoalkan kondisi interiornya, yang penting ketika melihat langsung, kondisinya sesuai diskripsi penjual pada waktu ditelepon. Untuk surat-surat mobilnya aku pastikan harus sesuai dengan mobilnya, yaitu nomer rangkanya dan nomer mesinnya. Lalu STNK, pajaknya, KIR, dll. dalam kondisi mati atau masih hidup, tidak jadi masalah bagi aku, yang penting semua masih bisa aku urus dan aku hidupkan lagi. Aku ini warga yang tertib hukum, jadi aku harus melengkapi semua surat-surat kendaraan bermotorku. #INDONESIAnegaraHUKUM warganya harus #tertibHUKUM!!!

Aku sangat selektif dan itu wajar saja menurutku kalau sangat selektif dalam mencari mobil yang akan aku beli. Budgetku pas-pasan, jadi aku mencari mobil bekas yang agak tua umurnya dengan kondisi sudah setengah jadi sehingga aku tidak terlalu banyak melakukan perbaikan apalagi sampai melakukan restorasi total. Selain itu aku juga mempertimbangkan soal ketersediaan suku cadang mobilnya serta bengkel untuk perawatan mobilnya nanti setelah aku miliki. Aku sangat bersyukur, karena dengan santai, serius dan niat yang tulus, di bulan Mei 2015 akhirnya pencarianku membuahkan hasil. Aku menemukan iklan sebuah mobil Chevy LUV Pick Up Long dengan mesin Diesel keluaran tahun 1978. Berdasarkan diskripsi yang aku dapatkan ketika menghubungi penjualnya melalui telepon, mobil tersebut sangat memenuhi kriteriaku.

Pertengahan bulan Mei 2015 aku merencanakan untuk pergi melihat mobil Chevy LUV Pick Up Long dengan mesin Diesel keluaran tahun 1978. Aku sangat berharap ketika melihat langsung, kondisi mobilnya benar-benar sesuai diskripsi dan benar-benar sesuai dengan kriteriaku. Lokasi mobilnya ada di Gianyar, Bali, cukup memakan biaya untuk melihatnya ke sana. Tapi kesempatan ini aku manfaatkan juga untuk berlibur ke Bali, warming up for my Honey Moon, karena sebulan sebelumnya aku baru saja menikah dan bulan berikutnya aku berencana untuk pergi Honey Moon yang sebenarnya. Istilahnya #LoveLiveLabelHoneyMoon.

Kebetulan aku memiliki seorang teman yang tinggal di Ubud, Gianyar, Bali, aku memanggilnya Mr. RocketBoy. Untuk memastikan segala sesuatunya, sebelum berangkat ke Gianyar, aku meminta tolong Mr. RocketBoy untuk menemui dan berkenalan langsung dengan penjual yang juga sebagai tangan pertama pemilik mobil tersebut. Setelah semua dipastikan oleh temanku, tanggal 19 Mei 2015 aku berangkat ke Gianyar menggunakan jasa agen travel. Di Gianyar aku diantar oleh Mr. RocketBoy untuk melihat mobilnya. Sebelum memastikan secara langsung kondisi mobilnya, aku berkenalan dengan pemilik mobilnya, yaitu Mr. Moyo. Kemudian Mr. Moyo menceritakan riwayat panjang tentang mobilnya, mulai dari awal beli pada tahun 1978 hingga kondisi yang sekarang pada tahun 2015. Setelah memastikan secara langsung kondisi mobilnya, aku tidak langsung melakukan penawaran harga. Selama tiga hari di Gianyar, sambil aku liburan, aku melakukan tawar-menawar harga dengan Mr. Moyo. Penawaran harga terakhir aku sampaikan langsung sekaligus aku berpamitan dengan Mr. Moyo ketika aku akan kembali ke Surabaya.

Selama perjalanan kembali ke Surabaya, aku berdoa agar Mr. Moyo mau menjual mobilnya kepada aku dengan harga yang sudah aku tawarkan. Tidak lama setelah tiba di Surabaya, doa aku dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Penguasa alam semesta ini. Aku langsung meminta Mr. Moyo memberikan aku waktu beberapa hari hingga aku selesai menyiapkan uang untuk membeli mobilnya dan melakukan pembayaran kepada Mr. Moyo.

Uangku berupa deposito di bank, tapi pihak bank tidak memperbolehkan aku untuk langsung mencairkan depositoku sewaktu-waktu dalam jumlah sebesar harga mobil yang aku beli. Prosesnya memakan waktu beberapa hari, pertama aku harus datang ke bank untuk memberitahukan perihal pencairan deposito uangku sejumlah yang tidak tersebut di atas, lalu pihak bank akan memproses pencairan deposito uangku hingga tersedia di rekening bank yang aku kehendaki, yang terakhir pihak bank akan menghubungi aku setelah deposito uangku sudah cair dan bisa langsung aku pergunakan untuk membayar mobil Chevy LUV Pick Up Long keluaran tahun 1978 dengan mesin Diesel.

Setelah Menyelesaikan proses pembayarannya, mobil Chevy LUV Pick Up Long keluaran tahun 1978 dengan mesin Diesel tersebut sudah menjadi mobilku. Aku meminta tolong Mr. RocketBoy untuk segera mengurus surat-surat mobilku. Lalu pada tanggal 3 Juni 2015 dengan ditemani oleh salah satu temanku, namanya Mr. Van Diesel, aku berangkat ke Gianyar dari Surabaya untuk mengambil mobilku.

Pada tanggal 5 Juni 2015, mobilku dikendarai oleh Mr. Van Diesel dari Gianyar, Bali menuju ke Surabaya, Jawa Timur. Ini merupakan kesempatan pertama bagiku untuk mengetahui performa dari mobilku. Kebetulan Mr. RocketBoy memiliki cukup banyak lukisan yang harus dibawa ke Surabaya. Jadi mobilku langsung mendapatkan muatan barang ketika dikendarai oleh Mr. Van Diesel dari Gianyar, Bali menuju ke Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Mr. Van Diesel, selama diperjalanan, performa mobilku cukup istimewa meskipun mobilku ini mobil yang agak tua dan jarang dipakai bepergian jauh. Mr. Van Diesel juga menambahkan, hal pertama yang perlu diperbaiki adalah bagian kaki-kaki mobil ini karena sudah cukup lama mobil ini tidak dipakai bepergian sehingga banyak bagian dari suspensi mobil yang sudah tidak berfungsi baik atau sudah waktunya ganti dan perlu diatur ulang.

Some photo when we taking our Vehicle of Love Live and Lable from Gianyar, Bali to Surabaya, East Java:

Sebuah video pendek untuk Komunitas Chevrolet LUV Indonesia atau disingkat KCLI, tempat berbagi berbagai informasi tentang mobil Chevrolet LUV di Indonesia.

Tanggal 6 Juni 2015, mobilku akhirnya tiba di Surabaya dengan gagah perkasa tapi tetap ramah, baik hati dan tidak sombong meskipun telah berhasil menempuh perjalan yang lumayan jauh dengan berbagai tantangan-tantangannya. Alhamdulillah, mobil ini cukup memuaskan bagiku sebagai pemilik barunya. Insya Allah mobil Chevy LUV Pick Up Long keluaran tahun 1978 dengan mesin Diesel ini sama persis dengan karakterku yang lumayan gagah perkasa karena senang melakukan petualangan bepergian mendatangi tempat-tempat baru agar bisa bertemu dengan berbagai hal baru dan orang baru. Mudah-mudahan selama aku bepergian menggunakan mobil Chevy LUV Pick Up Long keluaran tahun 1978 dengan mesin Diesel ini bisa menjadikan aku selalu ramah kepada semua orang yang aku jumpai, juga menjadikan aku selalu baik hati dengan sering berbagi pengalaman dan kisah perjalananku melalui website ini yang mudah-mudahan bermanfaat, lalu juga bisa menjadikan aku tidak sombong dan selalu rendah diri karena semua yang kubagi melalui website ini masih banyak kekurangannya, aku selalu butuh kritik dan saran.

Wabillahitaufik walhidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarahkatuh!!!

(Visited 31 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *